Redesign iPusnas

2023

Bookmark: Fitur Kecil dengan Dampak Besar

Sebuah bookmark adalah fitur yang sangat membantu saat membaca buku.

adalah fitur yang sangat membantu saat membaca buku.

iPusnas adalah aplikasi perpustakaan digital yang dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Aplikasi ini berbasis media sosial dan dilengkapi dengan eReader untuk membaca ebook.


Langkah 1: Dari Pengalaman Pribadi ke Riset Pengguna

Saya pribadi sangat suka membaca buku, dan sebagai mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi (pada saat menulis artikel ini), saya pikir iPusnas bisa menjadi alat yang sangat membantu untuk riset saya.

Tapi jujur, saat pertama kali membuka aplikasinya, saya langsung bingung. Layout-nya terasa berantakan, ikon di mana-mana, dan saya tidak tahu harus mulai dari mana. Rasanya seperti mencoba memecahkan teka-teki tanpa petunjuk. Jangan salah kaprah, saya menghargai semua yang sudah disediakan iPusnas, tapi saya berharap aplikasinya dapat lebih mudah digunakan. Dengan sedikit perubahan, aplikasi ini bisa jadi surga buat pecinta buku seperti saya.

Dari pengalaman ini, saya mulai melakukan riset pengguna. Apakah hanya saya yang merasa kesulitan? Ternyata tidak.. Setelah melihat ulasan di Google Play Store, saya menemukan banyak pengguna lain yang mengalami masalah serupa.

Siapa Pengguna iPusnas?

User Persona Aplikasi iPusnas

Berdasarkan ulasan, mayoritas pengguna iPusnas adalah guru, mahasiswa, dan pecinta buku yang antusias.


Masalah 1: UI/UX yang Kurang Ramah Pengguna

Ulasan pengguna tentang bagaimana aplikasi ini kurang ramah pada pengalaman pengguna

Banyak pengguna mengeluhkan tampilan antarmuka yang kaku, kurang menarik, dan terasa usang. Desain yang lebih modern dan user-friendly sangat dibutuhkan agar pengalaman membaca lebih nyaman.

Tampilan Koleksi dan Detail Buku

Antarmuka Pengguna iPusnas: Halaman Koleksi (Kiri) dan Detail Buku (Kanan) (1)

Antarmuka Pengguna iPusnas: Beberapa halaman baru pada Rincian Buku (2)

Antarmuka Pengguna iPusnas: Rak Buku

  • Halaman Koleksi: Saat login, pengguna langsung disambut dengan banyak ikon yang sulit dipahami tanpa mengklik satu per satu. Selain itu, daftar kategori buku yang panjang membuat pengguna harus terus menggulir layar.
  • Detail Buku: Cover buku terlalu besar, menghabiskan banyak ruang di layar. Beberapa ikon seperti antrian peminjam dan daftar peminjam sebelumnya terasa kurang relevan dan hanya memenuhi tampilan.
  • Rak Buku: Pemilihan kategori menggunakan pop-up menu yang tidak efisien. Menggunakan tab menu akan jauh lebih praktis.

Masalah 2: Fitur Bookmark yang Tidak Sesuai Harapan

Pengguna mengulas tentang bagaimana fitur bookmark/penanda tidak seperti apa yang mereka harapkan sebagai “penanda”

Fitur bookmark di iPusnas saat ini hanya bisa menandai halaman, bukan bagian tertentu dalam buku. Selain itu, setelah buku dikembalikan, bookmark juga ikut hilang. Pengguna berharap bookmark tetap tersimpan agar bisa digunakan kembali, terutama untuk keperluan akademik seperti kutipan dalam skripsi atau penelitian.

Alur Bookmark Saat Ini di iPusnas


Langkah 2: Solusi untuk Pengalaman Pengguna yang Lebih Baik

Solusi 1: UI/UX yang Lebih Nyaman

Tidak hanya memperbarui tampilan, tapi juga meningkatkan kemudahan navigasi dengan mengurangi langkah-langkah yang tidak perlu. Tujuannya adalah agar pengguna merasa lebih nyaman dan bisa menggunakan aplikasi dengan lebih efisien.

Solusi 2: Bookmark yang Lebih Canggih

Inspirasi untuk Alur Bookmark Baru

Terinspirasi dari fitur di Wattpad dan Spotify, pengguna bisa menyimpan dan membagikan kutipan favorit mereka, serta mengelompokkan bookmark dalam kategori tertentu, misalnya “Skripsi” untuk referensi akademik atau “Quotes” untuk kutipan inspiratif.

Fitur ini juga memungkinkan pengguna menyimpan halaman, judul buku, dan nama penulis, sehingga mereka bisa dengan mudah mengakses kembali kutipan yang sudah disimpan meskipun buku sudah dikembalikan.

Alur Bookmark Telah Diperbarui di iPusnas


Langkah 3: Wireframing, Desain High-Fidelity, dan Prototipe

Wireframing

Wireframe dari Redesign iPusnas

Pada tahap ini, saya menentukan struktur layout, hierarki informasi, serta fitur dan navigasi utama.

Halaman Koleksi:

  1. Pencarian & Filter – Memudahkan pengguna menemukan buku tanpa harus menggulir panjang.
  2. Rekomendasi Buku – Banner rekomendasi untuk membantu pengguna menemukan bacaan menarik.
  3. Lanjutkan Membaca – Memudahkan pengguna melanjutkan bacaan terakhir mereka tanpa harus mencari ulang.
  4. Buku Populer – Menampilkan buku yang paling banyak dibaca pengguna lain.
  5. Menu iPusnas – Ikon diberi label agar lebih mudah dipahami.

Detail Buku:

  1. Ukuran Cover Buku yang Proporsional – Agar tampilan lebih seimbang.
  2. Informasi Peminjaman – Menampilkan jumlah peminjam dan ketersediaan buku, bukan daftar nama peminjam.
  3. Komentar dan Review – Dipindahkan ke bagian utama agar lebih mudah terlihat.

Rak Buku:

Wireframe fitur Bookmark

  1. Tab Menu untuk Kategori – Pemilihan kategori sekarang lebih simpel dengan tab menu, tanpa pop-up tambahan. Karena hanya ada empat kategori, pengguna bisa langsung melihat semua opsi tanpa perlu banyak scrolling.
  2. Informasi Peminjaman & Progres Membaca – Selain judul buku, sekarang ditampilkan sisa waktu peminjaman dan progres membaca. Ini membantu pengguna agar lebih sadar dengan tenggat waktu peminjaman dan bisa menyesuaikan kecepatan membaca.

High-Fidelity Design

Prototyping

Langkah 4: Meningkatkan Pengalaman Pengguna – Usability Testing untuk Redesign iPusnas

Langkah selanjutnya adalah Usability Testing, yang dilakukan melalui Google Meet. Partisipan adalah seorang praktisi akademik yang dipilih berdasarkan kriteria pengguna iPusnas, yaitu mahasiswa, praktisi akademik, dan pecinta buku. Pemilihan ini bertujuan untuk mewakili beragam pengguna dalam proses uji coba, sehingga desain ulang iPusnas bisa lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.


Partisipan Usability Testing

Dalam pengujian ini, saya menggunakan SEQ Matrix dengan skala berikut:

Partisipan Usability Testing

Dalam pengujian ini, saya menggunakan SEQ Matrix dengan skala berikut:

VariabelInterpretasi
1Sangat Sulit
2Sulit
3Agak Sulit
4Agak Mudah
5Mudah
6Sangat Mudah

Hasil Pengujian:

Flow #1: Meminjam Buku
SEQ Matrix: 5/6
Untuk meminjam buku terasa cukup mudah dilakukan oleh partisipan. Namun, partisipan sempat bingung dengan ikon plus (+) di sebelah tombol Pinjam Buku , karena mengira itu untuk menambah jumlah buku yang bisa dipinjam.

Flow #2: Membuat Bookmark Saat Membaca Buku
SEQ Matrix: 6/6
Proses ini sangat mudah, tetapi partisipan bingung mengapa ada opsi untuk membuat grup bookmark saat sedang membaca buku.

Flow #3: Menambahkan Bookmark
SEQ Matrix: 5/6
Di tahap ini, partisipan baru menyadari bahwa mereka harus membuat grup bookmark sebelum menyimpan kutipan. Partisipan menyarankan agar label tab ini diubah menjadi “Pilih Grup Bookmark Saya” agar lebih jelas.

Flow #4: Melihat Bookmark di Rak Buku
SEQ Matrix: 4/6
Awalnya, partisipan mengalami kesulitan memahami halaman ini karena tidak ingat telah membuat grup bookmark selain “Kata Pengantar”. Setelah mengecek satu per satu, partisipan akhirnya memahami bahwa tab bookmark menyimpan berbagai grup bookmark. (Ini lebih ke masalah teknis dalam prototyping, karena sebenarnya pengguna memahami jika tidak ada distraksi.)

Flow #5: Menghapus Grup Bookmark
SEQ Matrix: 6/6
Partisipan tidak mengalami kesulitan dalam menghapus grup bookmark.

Dengan perubahan ini, iPusnas bisa menjadi platform yang lebih intuitif dan nyaman bagi semua pengguna